SUMBAWA β Seruan agar investasi membawa kesejahteraan tanpa mengesampingkan rakyat terdengar indah. Namun kenyataan di lapangan mengungkapkan hal yang berbeda. Yang disebut konsultasi publik Amdal Blok Elang justru berlangsung tertutup, seakan ada hal yang ingin disembunyikan dari pandangan warga yang paling terkena dampak langsung.
Konsultasi publik yang benar adalah milik semua warga, bukan milik sekelompok orang yang dipilih secara sepihak. Jika hanya pejabat dan pihak tertentu yang hadir, sementara warga pemilik tanah, tokoh adat, dan perwakilan desa tidak diberi ruang untuk bicara, maka pertemuan itu tidak bisa disebut terbuka. Ia hanya menjadi pertemuan yang sudah disusun hasilnya sebelumnya.
Rakyat tidak menolak kemajuan. Yang rakyat minta hanyalah satu hal: kami ingin didengar sebelum keputusan diambil, bukan diberitahu setelah semuanya ditetapkan. Kekayaan alam ini adalah karunia Tuhan untuk semua anak Sumbawa, bukan untuk dinikmati oleh mereka yang datang saja atau mereka yang duduk di kursi kekuasaan.
Apakah ada alasan yang membuat pintu ditutup? Apakah pendapat warga dianggap tidak penting, atau justru pendapat warga yang dikhawatirkan akan mengubah rencana yang sudah disusun rapi? Jika kebenaran berada di pihak yang benar, seharusnya tidak ada yang perlu ditakuti dari suara rakyat.
Ucapan agar rakyat tidak disisihkan baru bermakna jika rakyat sendiri dilibatkan sejak awal. Janji itu tidak cukup hanya diucapkan di atas panggung, ia harus dibuktikan dengan membuka pintu lebar-lebar, memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak untuk berbicara, dan mencatat setiap suara sebagai pertimbangan yang sungguh-sungguh.
Proses yang tertutup akan melahirkan keraguan, bukan kepercayaan. Warga berhak tahu siapa yang diundang, siapa yang tidak, dan mengapa. Mereka berhak memastikan bahwa apa yang diputuskan tidak akan merugikan masa depan anak cucu mereka. Jika ini diabaikan, maka keresahan yang muncul kelak tidak boleh disalahkan kepada rakyat.
Kami menegaskan kembali bahwa diskusi publik bukan pemberian dari pejabat, melainkan hak rakyat. Maka bukalah pintu itu sekarang juga, sebelum keraguan berubah menjadi kemarahan. Biarkan semua suara terdengar, biarkan keadilan berdiri di depan mata, bukan tersembunyi di balik pintu yang tertutup rapat.
Sunda Kecil News





Tinggalkan Balasan