Breaking News
14:19
Advertisement

📰 JALAN DIPERBAIKI, WARGA TERGANGGU, PROTES MEMBUKA RUANG DIALOG DI KERATO

Screenshot 20260928 132537 Dola
Bagikan
Lihat Tersimpan

SUMBAWA BESAR — Sunda Kecil News, Ketidaknyamanan yang dirasakan warga Dusun Sering Ai Mata, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, akhirnya meluap pada Senin (28/9/2026). Ruas Jalan Kaharuddin tepat di depan RSUD Sumbawa yang sedang ditingkatkan kondisinya justru menimbulkan masalah baru. Debu tebal membubung setiap kendaraan lewat, sementara genangan air menggenang di sisi jalan sehingga warga merasa terganggu dalam keseharian mereka. Warga pun menutup jalan sebagai bentuk protes agar keluhan mereka didengar.

Pemblokiran jalan akhirnya dibuka kembali setelah tangki pemadam kebakaran turun menyiram lokasi. Kejadian ini mendatangkan Kepala UPTD Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa Dinas PUPR NTB, Mustafa, S.T., M.T., yang langsung turun ke lapangan berdiskusi bersama warga, pemerintah desa, dan didampingi pihak Polres Sumbawa. Dialog berjalan terbuka, warga menyampaikan apa yang mereka rasakan tanpa dibatasi.

Warga menyebut jalan tersebut sempat tidak disiram selama sekitar dua bulan, sehingga debu semakin tebal dan tak tertahankan. Mustafa mengakui adanya kendala tersebut dan menjelaskan bahwa anggaran untuk penyiraman baru akan tersedia melalui APBD Perubahan, menyebabkan keterlambatan pembayaran jasa penyiraman. Ia menegaskan hal ini akan dikoordinasikan dengan Bupati Sumbawa agar frekuensi penyiraman dapat dipenuhi sebagaimana mestinya dan tidak terulang lagi.

Selain debu, genangan air yang tertampung di sisi jalan juga menjadi keluhan utama warga. Mustafa menyampaikan bahwa solusinya telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Saluran pembuangan akan diarahkan ke Sungai Brang Bara sehingga air tidak lagi menggenang dan mengganggu warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut.

Tahapan pengaspalan selanjutnya direncanakan dapat dimulai pada awal Oktober 2026 setelah pekerjaan persiapan selesai. Anggarannya disiapkan melalui APBD Perubahan, dan pelaksanaannya dipercayakan kepada Metro dan Sinar Bali yang saat ini masih menyelesaikan pekerjaan di lokasi lain. Pihaknya masih menunggu jadwal produksi Asphalt Mixing Plant agar pengerjaan dapat berjalan tepat waktu.

Di tengah keterlambatan itu, warga ternyata sudah berinisiatif melakukan penyiraman secara mandiri. Warga bernama Rado mengungkapkan bahwa warga sendiri yang menanggung biaya penyiraman demi kenyamanan bersama saat ada kegiatan di lingkungan mereka. Hal ini menunjukkan betapa warga sangat peduli pada lingkungannya, namun juga menandakan betapa mereka sudah lama menunggu penanganan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait.

Mustafa menyambut baik adanya keluhan warga dan pertemuan langsung ini. Ia berjanji penyiraman akan dilakukan setiap hari mulai saat ini hingga pekerjaan selesai. Jalan ini dibangun untuk kenyamanan semua, bukan untuk menyusahkan warga yang tinggal di sepanjang jalurnya. Dialog yang terbuka seperti inilah yang diharapkan dapat menjembatani keinginan warga dan rencana pembangunan yang sedang berjalan.

Laporan: Tim Redaksi Sunda Kecil News
📢 Berita Terkini, Tanpa Penutup Mata

Penulis

SundaKecilNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *