Breaking News
10:22
Advertisement

SEKOLAH HANCUR, BELUM ADA JADWAL KEMBALI  MASA DEPAN ANAK TERHENTI DI BAWAH POHON

Screenshot 20260928 085301 Dola
Bagikan
Lihat Tersimpan

Sata Punda Barat — Sunda Kecil News, Hampir satu bulan berlalu sejak gempa berkekuatan besar mengguncang wilayah Manggarai Timur, puluhan bangunan sekolah yang hancur rata dengan tanah masih menyisakan tumpukan puing yang belum tersentuh. Tembok yang dulu menjadi tempat belajar kini telah rubuh berserakan, atap yang melindungi anak-anak telah jatuh dan hancur berantakan, seolah peristiwa baru saja terjadi kemarin.

Di tengah reruntuhan yang belum dibersihkan itu, murid-murid tidak berhenti datang. Mereka tidak pulang ke rumah untuk berhenti belajar, melainkan mencari tempat yang paling teduh di bawah naungan pohon yang rindang atau di bawah tenda yang kainnya mulai menipis diterpa angin dan hujan. Setiap pagi mereka berjalan menuju tempat yang dulu menjadi kebanggaan desa itu, meski kini tidak ada lagi bangunan yang menyambut kedatangan mereka.

Ratusan murid dari berbagai tingkatan menjalani kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang seadanya. Tidak ada papan tulis yang tetap tegak, tidak ada kursi yang nyaman untuk diduduki, tidak ada atap yang meneduhkan kepala mereka. Ketika hujan turun tiba-tiba, pelajaran harus terhenti seketika. Ketika angin bertiup kencang, mereka harus berpindah tempat mencari perlindungan, lalu berkumpul kembali setelah cuaca sedikit membaik.

Meski keterbatasan itu terasa setiap hari, semangat anak-anak tidak pernah pudar. Mereka tetap datang tepat waktu, tetap membuka buku, tetap menyimak penjelasan guru dengan saksama. Mereka tidak meminta hal yang mewah, mereka hanya meminta tempat yang layak untuk belajar, tempat yang melindungi dari panas dan hujan, tempat yang memberi kepastian bahwa masa depan mereka tetap diperhatikan.

Hingga hari ini, belum ada kepastian kapan pembangunan kembali sekolah-sekolah tersebut akan benar-benar dimulai. Belum ada jadwal resmi yang disampaikan kepada warga, kepada para guru, maupun kepada orang tua yang setiap hari mengantar anak-anaknya. Padahal gempa susulan masih terjadi hampir setiap hari, menambah kekhawatiran bahwa kondisi yang tidak layak ini sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan mereka.

Warga bertanya dengan tulus, sampai kapan putra-putri daerah ini harus menunggu di bawah ketidakpastian? Anak-anak ini bukan sekadar murid biasa, mereka adalah harapan keluarga, harapan desa, serta harapan seluruh daerah ini. Membiarkan mereka belajar dalam kondisi yang tidak layak terlalu lama berarti membiarkan masa depan daerah ini tertunda tanpa alasan yang dapat diterima.

Pendidikan adalah kebutuhan yang mendesak dan tidak boleh ditunda-tunda lebih lama lagi. Sudah saatnya ada jawaban yang jelas, ada jadwal yang nyata, dan ada langkah yang segera diambil. Jangan biarkan gempa merenggut bangunan sekaligus merenggut kesempatan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Laporan: Tim Redaksi Sunda Kecil News
✊ Suara dari Tanah yang Tak Boleh Dilupakan

Penulis

SundaKecilNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *